Princess Natasha Dematra
Princess Natasha Dematra adalah seorang humanitarian, peacebuilder, sineas, produser, penulis, pembicara publik, dan diplomat budaya Indonesia yang telah menerima berbagai penghargaan nasional maupun internasional. Ia merupakan Pendiri Peace20 (P20) serta Co-Founder dan Executive Director Visions of Peace Initiative (VOPI), sebuah organisasi nirlaba internasional yang berfokus pada promosi perdamaian, toleransi, dialog lintas agama, serta pemberdayaan generasi muda melalui pendidikan, budaya, dan seni.
Diakui secara internasional atas dedikasinya dalam membangun perdamaian dan kemanusiaan, Princess Natasha mendedikasikan hidupnya untuk menginspirasi generasi muda agar menjadi duta-duta perdamaian. Melalui berbagai inisiatif pendidikan, diplomasi budaya, konferensi internasional, kegiatan kemanusiaan, dan karya seni, ia telah menjangkau jutaan anak muda, mendorong lahirnya dialog, kasih, serta saling menghormati di tengah keberagaman budaya dan agama.
Atas kontribusinya dalam memajukan perdamaian dan nilai-nilai kemanusiaan, Princess Natasha memperoleh nominasi Hadiah Nobel Perdamaian (Nobel Peace Prize), bergabung bersama tokoh-tokoh dunia yang diakui atas dedikasinya dalam membangun perdamaian melalui pelayanan dan dialog.

Misi Perdamaian
Bagi Princess Natasha, perdamaian bukan sekadar tidak adanya konflik, melainkan hadirnya kasih, keadilan, saling pengertian, dan kemanusiaan.
Sebagai Pendiri Peace20 (P20) serta Co-Founder dan Executive Director Visions of Peace Initiative (VOPI), ia mendedikasikan hidupnya untuk memajukan perdamaian melalui pendidikan, pemberdayaan generasi muda, diplomasi budaya, kegiatan kemanusiaan, dialog lintas agama, dan seni.

Bersama pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas keagamaan, organisasi kemanusiaan, dan berbagai mitra internasional, berbagai inisiatif yang dipimpinnya telah menjangkau jutaan generasi muda, menginspirasi mereka untuk menjadi duta perdamaian di komunitas masing-masing.

“Saya percaya perdamaian dapat mengubah dunia, meskipun semuanya berawal dari mengubah hati seorang anak.”
-Princess Natasha Dematra
Peace20
Princess Natasha merupakan Pendiri Peace20 (P20), sebuah gerakan perdamaian global yang diluncurkan pada masa Presidensi G20 Indonesia untuk memperkuat suara generasi muda dalam membangun dunia yang lebih damai.

Sejak pertama kali diselenggarakan di Bali, Indonesia, Peace20 terus berkembang hingga hadir di India, Brasil, Afrika Selatan, serta terus menginspirasi generasi muda di berbagai daerah di Indonesia.

Pada tahun 2023, Princess Natasha secara resmi membuka Peace20 India, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bagian dari dukungan terhadap Presidensi G20 India dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat.

Melalui Peace20, ribuan anak muda dari berbagai negara telah berpartisipasi dalam konferensi perdamaian, pertukaran budaya, forum pendidikan, kegiatan kemanusiaan, dan deklarasi perdamaian, sehingga melahirkan generasi yang memilih dialog dibanding perpecahan serta saling pengertian dibanding konflik.

“Perdamaian menjadi tak terbendung ketika generasi muda memilih untuk menjadi suaranya.”
-Princess Natasha Dematra
Princess of Peace
Melalui dedikasinya selama bertahun-tahun dalam membangun perdamaian, memperkuat dialog antarbudaya, kegiatan kemanusiaan, dan pemberdayaan generasi muda, Princess Natasha dikenal luas oleh berbagai kalangan sebagai Princess of Peace.

Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya terhadap perdamaian dan kemanusiaan, beliau secara resmi dianugerahi gelar Princess of Peace oleh Kerajaan Klungkung, Bali.

Sejak usia muda, Princess Natasha telah menjadi pembicara dalam berbagai konferensi nasional maupun internasional, universitas, forum perdamaian, forum kemanusiaan, pertemuan diplomatik, dan kegiatan budaya. Ia juga berdialog bersama Presiden, menteri, duta besar, diplomat, keluarga kerajaan, raja, ratu, tokoh agama, serta organisasi internasional, guna membangun saling pengertian, kerja sama, dan kehidupan yang damai di antara bangsa dan budaya.
Kemampuannya menjembatani berbagai perbedaan melalui dialog dan diplomasi menjadikannya salah satu suara muda Indonesia yang paling dikenal dalam bidang perdamaian.
Pengabdian Bagi Kemanusiaan
Selain Peace20, Princess Natasha juga mendirikan dan memimpin berbagai inisiatif internasional yang berfokus pada perdamaian dan kemanusiaan.
Di antaranya adalah Youth for Peace, World Youth Peace Day, serta menjabat sebagai Secretary General International Culture Day Worldwide Family, yang menghubungkan organisasi dan komunitas dari lebih dari 150 negara.

Kegiatan kemanusiaannya mencakup pendidikan, lingkungan hidup, dialog lintas agama, pemberdayaan perempuan, diplomasi budaya, serta kepemimpinan generasi muda, mencerminkan keyakinannya bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dibangun melalui kerja sama, rasa hormat, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui Seni
Princess Natasha percaya bahwa sebuah cerita memiliki kekuatan untuk mengubah hati, masyarakat, bahkan dunia.
Sebagai seorang sutradara, produser, aktris, penulis, editor, penyanyi, pencipta lagu, dan fotografer yang telah meraih berbagai penghargaan internasional, ia mendedikasikan karya-karyanya untuk menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, harapan, dan kemanusiaan.
Memulai karier penyutradaraan pada usia sebelas tahun, ia dianugerahi pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan Royal World Records sebagai Sutradara Perempuan Termuda di Dunia untuk Film Layar Lebar.

Film, dokumenter, buku, musik, dan berbagai kampanye edukasi yang dihasilkannya telah memperoleh pengakuan internasional serta mengangkat isu-isu perdamaian, toleransi, hak asasi manusia, lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan, dan keadilan sosial.
Film-film dokumenternya juga telah diputar di berbagai forum internasional, termasuk di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Headquarters).
Salah satu karya yang paling dikenal adalah film dokumenter The Golden Rule: Do Unto Others…, yang telah diputar di lebih dari 100 universitas, sekolah, lembaga lintas agama, pusat kebudayaan, dan ruang publik, menjangkau ribuan penonton. Film tersebut menginspirasi banyak anak dan generasi muda untuk menjunjung tinggi perdamaian, toleransi, dan saling menghormati di tengah keberagaman. Banyak penonton bahkan menyebutnya sebagai “film yang mampu mengubah bangsa”, karena pesannya yang menegaskan bahwa perdamaian selalu dimulai dari cara kita memperlakukan sesama.
Bagi Princess Natasha, seni bukan sekadar sarana hiburan, melainkan jembatan yang menghubungkan hati manusia.
“Sebuah cerita mampu mengubah hati jauh sebelum kebijakan mampu mengubah dunia.”
-Princess Natasha Dematra
Penghargaan Internasional
Princess Natasha telah menerima lebih dari 300 penghargaan nasional dan internasional atas kontribusinya dalam bidang perdamaian, kemanusiaan, kepemimpinan, perfilman, musik, lingkungan hidup, diplomasi budaya, dan pemberdayaan generasi muda.
Di antara berbagai penghargaan tersebut adalah Woman of the Year Award, Medal of Peace, Woman of Peace, Most Outstanding Personality, serta penghargaan bergengsi Lady Youth Award yang diterima pada United Nations Commission on the Status of Women di New York.

Ia juga memperoleh berbagai penghargaan dari pemerintah, institusi kerajaan, universitas, organisasi kemanusiaan, dan lembaga internasional atas dedikasinya dalam mempromosikan perdamaian, keberagaman, inklusi, kepemimpinan, dan kemanusiaan.
Sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya bagi perdamaian, budaya, dan kemanusiaan, Princess Natasha juga menerima berbagai gelar dan penghargaan kerajaan dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kadipaten Pakualaman, Kerajaan Klungkung, Kerajaan Tallo, Kerajaan Blahbatuh, Kerajaan Samu-Samu, serta berbagai institusi kerajaan lainnya.

Ia juga dinobatkan oleh Majalah Femina sebagai salah satu 50 Women Newsmakers, serta menerima penghargaan sebagai Kartini Modern Indonesia atas dedikasinya dalam bidang kemanusiaan, pemberdayaan generasi muda, dan perdamaian.
Pendidikan
Bagi Princess Natasha, belajar merupakan tanggung jawab seumur hidup bagi setiap pemimpin.
Ia terus mengembangkan kapasitas dirinya melalui berbagai program pendidikan di institusi-institusi terkemuka dunia, termasuk Harvard University, Harvard Kennedy School, Massachusetts Institute of Technology (MIT), University of California, Berkeley, University of London, Leiden University, The University of Edinburgh, Berklee College of Music, Curtin University, dan berbagai institusi internasional lainnya.

Ia meyakini bahwa pendidikan bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan, melainkan sarana untuk menggunakan ilmu demi melayani sesama.
“Pengetahuan akan bermakna ketika digunakan untuk membawa manfaat bagi kehidupan orang lain.”
-Princess Natasha Dematra
Meneruskan Warisan Perdamaian
Sejak kecil, Princess Natasha tumbuh dan bekerja berdampingan dengan mendiang ayahnya, Pangeran KPAA Dr. Damien Dematra, yang dikenal secara internasional sebagai Prince of Peace. Bersama sang ayah, ia terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan, inisiatif perdamaian, pertemuan diplomatik, kegiatan budaya, dan konferensi internasional. Dari beliau, Princess Natasha belajar secara langsung bahwa perdamaian dibangun melalui kerendahan hati, dialog, kasih, dan pengabdian kepada sesama.

Bersama-sama, mereka membangun visi untuk menginspirasi generasi mendatang agar menjunjung tinggi toleransi, saling pengertian, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Setelah kepergian sang ayah, Princess Natasha membuat komitmen pribadi untuk melanjutkan misi yang telah didedikasikan ayahnya sepanjang hidup, menjaga semangat perjuangannya sekaligus memperluas jangkauannya bagi generasi mendatang.

Kini, Princess Natasha terus memimpin berbagai inisiatif perdamaian internasional, memperkuat dialog antarbudaya, memberdayakan generasi muda, serta membangun jembatan persahabatan di antara budaya, agama, dan bangsa melalui perdamaian, pendidikan, diplomasi, kegiatan kemanusiaan, dan seni.

Ia sering mengatakan:
“Saya akan selalu berusaha menjaga warisan ayah saya dengan meneruskan nilai-nilai yang beliau perjuangkan perdamaian, kasih, kemanusiaan, dan harapan serta menginspirasi generasi mendatang untuk membangun dunia yang lebih damai.”
-Princess Natasha Dematra
Misi hidupnya tetap berpegang pada satu keyakinan:
“Impian terbesar saya bukan hanya menginspirasi orang untuk percaya pada perdamaian, tetapi memberdayakan mereka untuk menjadi pembawa perdamaian.”
-Princess Natasha Dematra


