Prince KPAA Dr. Damien Dematra
Prince KPAA Dr. Damien Dematra, yang dikenal luas di berbagai belahan dunia sebagai “Prince of Peace” (Pangeran Perdamaian), mencatat sejarah dengan menerima 16 nominasi Nobel Perdamaian, sebagai pengakuan atas dedikasinya sepanjang hayat dalam membangun perdamaian, memperkuat dialog antaragama, memberdayakan generasi muda, memajukan diplomasi budaya, serta mengabdikan diri bagi kemanusiaan. Karya dan pengabdiannya telah menginspirasi dunia. Pemerintah, pemimpin agama, organisasi internasional, pendidik, seniman, serta jutaan generasi muda, meninggalkan warisan yang terus hidup dan berkembang melampaui masa hidupnya.

Tentang Sang Pangeran
Seorang aktivis perdamaian, humanis, filantropis, sineas, novelis, penulis skenario, produser, fotografer internasional, pelukis, dan tokoh budaya, Prince Damien mendedikasikan hidupnya untuk membangun jembatan yang menghubungkan perbedaan agama, budaya, dan bangsa. Beliau meyakini bahwa perdamaian yang sejati hanya dapat diwujudkan melalui dialog, pendidikan, kreativitas, dan kesadaran akan kemanusiaan yang kita miliki bersama.
Prince of Peace (Pangeran Perdamaian)
Sebagai penghormatan atas kontribusinya yang luar biasa bagi perdamaian, kebudayaan, dan kemanusiaan, Prince Damien dianugerahi berbagai gelar kehormatan oleh sejumlah Keraton dan Kerajaan. Beliau menerima gelar Kanjeng Pangeran Aryo Adipati (KPAA) dari Keraton Surakarta Hadiningrat, diangkat sebagai Prince of Peace oleh Kerajaan Klungkung, Bali, Pangeran Agung oleh Kerajaan Buleleng serta dianugerahi gelar Pangeran oleh Kadipaten Pakualaman Yogyakarta gelar Pangeran oleh Kesultanan Banten. Sejumlah Keraton dan Kerajaan lainnya juga menganugerahkan gelar kepangeranan dan gelar kehormatan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian beliau sepanjang hayat bagi kemanusiaan.

Sejarah Nobel Perdamaian
Prince KPAA Dr. Damien Dematra mencatat sejarah dengan menerima 16 nominasi Nobel Perdamaian, sebuah pengakuan internasional yang mencerminkan dedikasi beliau sepanjang hidupnya dalam membangun perdamaian, memperkuat dialog antaragama, memberdayakan generasi muda, memajukan diplomasi budaya, serta mengabdikan diri bagi kemanusiaan.

Bahkan setelah wafatnya, Prince Damien tetap menerima nominasi Nobel Perdamaian, yang mencerminkan relevansi abadi dari karya-karya beliau serta dampak global yang terus berkembang melalui berbagai institusi dan inisiatif perdamaian yang beliau dirikan. Nominasi Nobel Perdamaian beliau juga memperoleh dukungan luas dari lembaga-lembaga legislatif Republik Indonesia, termasuk Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), sebagai bentuk pengakuan nasional atas kontribusi luar biasa beliau bagi perdamaian dan kemanusiaan.

Melalui dedikasinya yang tak tergoyahkan dalam membangun saling pengertian di antara perbedaan agama, budaya, dan bangsa, Prince Damien telah menginspirasi pemimpin-pemimpin dunia, pemimpin agama, organisasi internasional, pendidik, seniman, serta generasi muda di berbagai penjuru dunia. Visi beliau terus hidup melalui berbagai lembaga, konferensi, dan inisiatif perdamaian yang beliau dirikan, memastikan bahwa warisan beliau tetap menjadi kekuatan yang hidup dalam mendorong dialog, toleransi, serta kehidupan yang damai berdampingan.
Karya Perdamaian
Berlandaskan visinya tentang perdamaian, Prince Damien bersama para pendiri lainnya mendirikan Visions of Peace Initiative (VOPI), sebuah organisasi yang telah menginspirasi ratusan ribu generasi muda untuk mempromosikan toleransi dan hidup berdampingan secara damai melalui sastra, seni rupa, musik, tari, fotografi, dan film. Beliau meyakini bahwa setiap anak muda memiliki potensi untuk menjadi pembangun perdamaian, dan bahwa kreativitas mampu mengubah prasangka menjadi pengertian serta harapan.
Bersama VOPI, beliau juga meluncurkan Buku Terbesar di Dunia dengan Pesan Perdamaian, yang memuat ribuan karya seni hasil kreativitas generasi muda selama bertahun-tahun. Publikasi bersejarah tersebut diluncurkan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York sebagai simbol bersatunya suara generasi muda dunia demi perdamaian.

“Warisan terbesar yang dapat kita tinggalkan bagi generasi mendatang adalah dunia di mana perdamaian lebih kuat daripada kebencian.”
-Prince KPAA Dr. Damien Dematra

Di antara kontribusinya yang paling berkelanjutan adalah Golden Rule Interfaith Youth Conference, sebuah konferensi yang beliau gagas untuk mempertemukan generasi muda dari berbagai agama, budaya, dan latar belakang melalui dialog, persahabatan, dan kolaborasi. Konferensi ini terus memberdayakan para pemimpin muda untuk memperkuat rasa saling menghormati, merangkul keberagaman, serta menjadi duta perdamaian di komunitas mereka masing-masing. Hingga kini, inisiatif tersebut terus menginspirasi ribuan generasi muda setiap tahunnya dan menjadi salah satu wujud paling nyata dari warisan beliau yang terus hidup.

Prince Damien juga menggagas berbagai inisiatif perdamaian berskala internasional, di antaranya World Peace & Culture Council, Peace20, World Youth Peace Day, World Children Peace Day, Nusantara Peace Day, dan International Culture Day.

Beliau juga menginisiasi Culture for Peace Movement, sebuah gerakan yang diluncurkan di Keraton Kacirebonan dan dengan cepat memperoleh perhatian dunia. Dalam hitungan bulan, lebih dari 150 negara dan kerajaan bergabung dalam gerakan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama untuk mempromosikan budaya sebagai jembatan menuju perdamaian.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Prince Damien mempertemukan berbagai organisasi internasional, kerajaan, pemimpin agama, seniman, akademisi, pendidik, serta masyarakat sipil untuk memperkuat dialog lintas budaya dan kerja sama kemanusiaan.
Sebagai Pendiri Peace20, Prince Damien memiliki visi agar perdamaian, budaya dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi bagian penting dalam G20. Melalui Peace20, beliau juga menggagas Buku Tertebal di Dunia dengan Pesan Perdamaian, yang berisi lebih dari 25.500 tanda tangan dari peserta yang mewakili 53 negara, tersebar dalam lebih dari 5.200 halaman. Karya monumental tersebut menjadi simbol komitmen masyarakat dunia dalam membangun perdamaian melalui persatuan dan kolaborasi.
“Warisan terbesar yang kita tinggalkan bukanlah apa yang kita bangun untuk diri sendiri, melainkan apa yang kita dapat berikan kepada generasi selanjutnya.” – Prince KPAA Dr. Damien Dematra
Di luar kiprahnya sebagai pegiat perdamaian, Prince Damien juga meyakini bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyatukan umat manusia, melampaui perbedaan bahasa, agama, dan kebangsaan.

Sepanjang perjalanan hidupnya, beliau menulis lebih dari 101 novel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, memproduksi 48 film layar lebar, menciptakan 81 skenario film dan televisi, serta menghasilkan ribuan karya lukis, termasuk pencapaian luar biasa dengan menyelesaikan 365 lukisan dalam satu tahun.
Beliau juga mengoordinasikan Gerakan Nasional Pluralisme Indonesia serta menjabat sebagai Ketua Gerakan Nasional Menulis, yang mendorong berkembangnya literasi, kreativitas, dan partisipasi sosial di berbagai daerah di Indonesia.

Prestasi dan Penghargaan
Atas dedikasi dan kontribusinya yang luar biasa, Prince KPAA Dr. Damien Dematra menerima berbagai penghargaan dan pengakuan bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya adalah Medal of Peace, Medal of Tolerance, Lifetime Achievement Award, Man of the Year, Man of Peace, serta berbagai penghargaan internasional bergengsi lainnya. Penghormatan terhadap karya dan pengabdian beliau tidak berhenti pada masa hidupnya. Bahkan setelah kepergiannya, penghargaan dan pengakuan internasional terus berdatangan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi beliau yang luar biasa bagi perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan.
Sepanjang perjalanan kariernya, beliau menerima lebih dari 700 penghargaan nasional dan internasional, mencatatkan 13 rekor dunia, serta meraih ratusan penghargaan film internasional di Asia, Eropa, dan Amerika, termasuk penghargaan sebagai Sutradara Terbaik (Best Director) dan Penulis Skenario Terbaik (Best Screenplay).

“Komitmen saya selalu, dan akan terus, diabdikan untuk melayani kemanusiaan dan memajukan perdamaian.”
-Prince KPAA Dr. Damien Dematra
Rekor dunia yang beliau raih meliputi novelis tercepat di dunia, fotografer tercepat di dunia, pelukis tercepat di dunia, penerbitan novel tercepat di dunia, pencipta buku terbesar di dunia dengan pesan perdamaian, serta produksi film layar lebar tercepat di dunia, mulai dari penulisan skenario hingga penayangan perdananya.
Karya dan kiprah beliau telah mendapat perhatian luas dari berbagai media internasional terkemuka, di antaranya TIME, CNN, The Wall Street Journal, BBC, Reuters, Associated Press, Agence France-Presse (AFP), USA Today, ABC, NBC, Forbes, The Washington Post, Los Angeles Times, Channel NewsAsia, Al Jazeera, NHK Jepang, KBS Korea, serta berbagai media internasional lainnya.
Dunia Berduka

Prince Dr. Damien Dematra berpulang pada 27 April 2025, sehari sebelum konferensi perdamaian Golden Rule Interfaith Youth Conference, sebuah konferensi yang beliau gagas sebagai wadah untuk mempersatukan generasi muda dari berbagai agama, budaya, dan latar belakang.
Kepergian beliau disambut dengan gelombang duka dan penghormatan dari berbagai penjuru dunia. Ucapan belasungkawa mengalir dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pimpinan Perserikatan Bangsa-Bangsa, para pemimpin pemerintahan, tokoh lintas agama, organisasi internasional, keluarga kerajaan, para diplomat, pegiat perdamaian, akademisi, seniman, serta ribuan generasi muda yang hidupnya telah disentuh dan diinspirasi oleh karya serta pengabdian beliau.
Selama masa berkabung, perwakilan dari enam agama bersatu dalam doa untuk mengenang kehidupan dan warisan beliau. Momen tersebut menjadi simbol nyata dari semangat kerukunan antarumat beragama yang selama ini beliau perjuangkan dan dedikasikan sepanjang hidupnya.
Kepergian Prince Damien bukanlah akhir dari perjalanan misinya. Peristiwa ini justru semakin menguatkan tekad banyak pihak untuk melanjutkan cita-cita beliau dalam membangun dunia yang lebih damai, lebih toleran, dan lebih berperikemanusiaan.
Warisan
Luar biasanya, pengaruh Prince KPAA Dr. Damien Dematra terus berkembang bahkan setelah kepergiannya. Pengakuan internasional atas karya dan pengabdian beliau terus berlanjut melalui berbagai penghargaan yang diberikan sebagai penghormatan atas kontribusinya bagi perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan. Lukisan, buku, serta berbagai karya seni beliau juga terus dipersembahkan kepada para presiden, kepala negara, pemimpin dunia, dan berbagai institusi terkemuka sebagai simbol dialog, persahabatan, budaya, dan perdamaian.

Biografi resmi beliau yang berjudul Prince of Peace: Prince Dr. Damien Dematra diluncurkan pada Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace) dan kini telah menjadi koleksi berbagai perpustakaan di sekolah, perguruan tinggi, universitas, serta lembaga pendidikan. Melalui buku tersebut, nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan yang beliau perjuangkan terus menginspirasi dan mendidik generasi penerus.
Tribute penghormatan khusus bagi Prince of Peace telah diputar di berbagai universitas, sekolah, lembaga lintas agama, pusat kebudayaan, forum publik, serta berbagai tempat lainnya. Tayangan tersebut telah menjangkau ribuan penonton dan menginspirasi lahirnya generasi baru yang terdorong untuk melanjutkan cita-cita beliau.
Prince Gallery, yang akan diresmikan pada tahun 2026, akan menjadi pusat pelestarian sekaligus ruang edukasi yang menampilkan perjalanan hidup dan karya-karya beliau, mulai dari lukisan, karya sastra, film, fotografi, koleksi budaya, inisiatif kemanusiaan, proyek-proyek perdamaian, hingga arsip sejarah. Galeri ini akan memastikan bahwa visi dan warisan beliau tetap hidup serta dapat dipelajari oleh generasi-generasi mendatang.

Hingga hari ini, misi Prince Damien terus berlanjut melalui Golden Rule Interfaith Youth Conference, National Tolerance Week, Peace20, serta berbagai program Visions of Peace Initiative (VOPI).
Setiap dialog yang terbangun, setiap persahabatan yang lahir melampaui perbedaan agama dan budaya, serta setiap anak muda yang memilih kasih sayang daripada perpecahan merupakan kelanjutan dari visi yang beliau dedikasikan sepanjang hidupnya.
Prince Damien percaya bahwa perdamaian adalah sebuah warisan yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
Dari Satu Generasi ke Generasi Berikutnya
Kini, warisan itu terus hidup dalam jutaan kehidupan yang telah beliau sentuh serta dalam ribuan generasi muda yang memilih untuk memperjuangkan toleransi, martabat kemanusiaan, dan hidup berdampingan secara damai karena terinspirasi oleh keteladanan beliau. Karya dan pengabdian Pangeran Damien tidak berakhir dengan kepergiannya. Warisan itu terus berkembang melalui institusi yang beliau dirikan, pengetahuan yang tersimpan di perpustakaan, karya seni yang beliau tinggalkan, setiap insan yang beliau inspirasi, serta generasi-generasi yang kini melanjutkan visi abadi Sang Pangeran Perdamaian atau yang dikenal luas dengan “Prince of Peace.”




